JASA KIRIM MOBIL TEBING TINGGI DARI JAKARTA

JASA KIRIM MOBIL TEBING TINGGI DARI JAKARTA

JASA KIRIM MOBIL TEBING TINGGI – Kota Tebing Tinggi adalah salah satu kota atau kota madya di Sumatra Utara, Indonesia. Menurut Data Badan Informasi dan Komunikasi Sumatra Utara, Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu pemerintahan kota dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatra Utara. Berjarak sekitar 80 km dari Kota Medan (Ibu kota Provinsi Sumatra Utara) serta terletak pada lintas utama Sumatra yang menghubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatra melalui lintas diagonal pada ruas Jalan Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Parapat, Balige dan Siborong-borong.

Batas Wilayah
Utara PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Timur PT Socfindo Tanah Besi dan PTPN III Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai
Selatan PTPN IV Kebun Pabatu dan Perkebunan Paya Pinang, Kabupaten Serdang Bedagai
Barat PTPN III Kebun Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai
[4]

Iklim
Tebing Tinggi beriklim tropis dataran rendah. Ketinggian 26 – 24 meter di atas permukaan laut dengan topografi mendatar dan bergelombang. Temperatur udara di kota ini cukup panas yaitu berkisar 25° – 27 °C. Sebagaimana kota di Sumatra Utara, curah hujan per tahun rata-rata 1.776 mm/tahun dengan kelembaban udara 80%-90%.

Hidrologi
Di Tebing Tinggi terdapat empat sungai yang mengalir dari barat menuju timur. Keempat sungai tersebut adalah Sungai Padang, Sungai Bahilang, Sungai Kalembah, dan Sungai Sibaran. Daerah sekitar Sungai Padang dan Bahilang merupakan wilayah potensi banjir, yaitu Kelurahan Bandar Utama, Persiakan, Bandar Sono, Mandailing, Bagelan, Rambung, Tambangan, Brohal dan Rantau Laban.

Datuk Bandar Kajum
Daratan yang terhampar di sepanjang pinggiran sungai Padang dan sungai Bahilang itu mulai dihuni sebagai tempat tinggal sekitar tahun 1864. Inilah pernyataan resmi pertama yang dibuat oleh sejumlah tokoh masyarakat Kota Tebing Tinggi pada tahun 1987. Pernyataan ini terdapat dalam makalah berjudul “Kertas Kerja Mengenai Pokok-Pokok Pikiran Sekitar Hari Penetapan Berdirinya Kotamadya Daerah Tingkat II Tebing Tinggi”. Makalah ini kemudian dijadikan sebagai Perda yang menetapkan bahwa awal berdirinya Kota Tebing Tinggi adalah 1 Juli 1917.

Dalam makalah itu dipaparkan bagaimana perkembangan daerah ini pasca tahun 1864. Dimana dalam tahun berikutnya, berdasarkan penuturan lisan, seorang bangsawan dari wilayah Bandar Simalungun (sekarang masuk wilayah Pagurawan) bernama Datuk Bandar Kajum bersama pengikut setianya menyusuri sungai Padang untuk mencari hunian baru, hingga kemudian mendarat dan bermukim di sekitar aliran sungai besar itu. Pemukiman itu bernama Kampung Tanjung Marulak (sekarang Kelurahan Tanjung Marulak, Rambutan).

Sayangnya, kehidupan bangsawan dari Bandar ini tidaklah tenteram, karena dia terus saja diburu oleh tentara Kerajaan Raya. Maka, Datuk Bandar Kajum memindahkan pemukimannya ke suatu lokasi yang persis berada di bibir sungai Padang. Pemukiman itu merupakan sebuah tebing yang tinggi. Dia dan para pengikutnya mendirikan hunian di atas tebing yang tinggi itu sembari memagarinya dengan kayu yang kokoh. Pemukiman Datuk Bandar Kajum inilah yang sekarang berlokasi di Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Padang Hilir dan kini menjadi lokasi pemakaman keturunan Datuk Bandar Kajum, kemudian yang diyakini sebagai cikal bakal nama Tebing Tinggi.

Pada masa itu, tentara dari Kerajaan Raya suatu kali kembali menyerang Kampung Tebing Tinggi untuk menangkap Datuk Bandar Kajum, tetapi karena tidak berada di tempat, Datuk Bandar Kajum yang bergelar Datuk Punggawa ini selamat. Sedangkan keluarganya, bersama pengikutnya, melarikan diri ke Perkebunan Rambutan yang saat itu dibawah kekuasaan Kolonial Belanda. Dibantu oleh Belanda, Datuk Bandar Kajum pun mengadakan serangan balasan terhadap tentara Kerajaan Raya ini. Dalam peperangan itu, ia bersama pengikutnya berhasil mengalahkan penyerang.

Setelah suasana kembali aman, untuk tetap menjaga ketentraman daerah itu, Datuk Bandar Kajum pun mengadakan perjanjian dengan Belanda. Oleh Belanda, daerah kekuasaan Datuk Bandar Kajum ini dilebur menjadi wilayah taklukan Kerajaan Deli. Penandatanganan perjanjian itu, dilakukan Datuk Bandar Kajum dan Belanda di sebuah sampan bernama “Sagur” di sekitar muara sungai Bahilang.

Adalah Datuk Idris Hood bersama Adnan Ilyas, Drs. Mulia Sianipar, Amirullah, Kasmiran, Djunjung Siregar, Mangara Sirait, Sjahnan dan O.K.Siradjoel Abidin yang membuat kertas kerja itu dan berusaha menggali sejarah berdirinya Kota Tebing Tinggi. Namun, sebagian besar tokoh ini sudah wafat, sehingga kalangan generasi muda merasa kesulitan untuk melacak akar historis daerah yang bergelar kota lemang itu. Salah satu di antara tokoh itu yang masih hidup adalah Mangara Sirait, mantan anggota DPRD Tebing Tinggi, yang kini bermukim di belakang LP Tebing Tinggi. Pertanyaan yang paling mendasar saat ini adalah, apakah nama daerah hunian dan tempat tinggal di sepanjang aliran sungai Padang dan sungai Bahilang itu sebelum nama “Tebing Tinggi” muncul dalam data sejarah?[5]

Kerajaan Padang
“Daerah itu bernama Kerajaan Padang,” tegas Amiruddin Damanik, warga Desa Kuta Baru, Tebingtinggi, Serdang Bedagai.

Jauh sebelum ada kampung Tebing Tinggi, sepanjang aliran sungai Padang dari hulu hingga hilir, daerah itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Padang.

Kerajaan ini dulunya merupakan daerah otonom di bawah Kerajaan Deli yang berpusat di Deli Tua, jelas Amiruddin Damanik yang merupakan mantan penghulu pada masa penghujung berakhirnya kerajaan itu menjelang kemerdekaan Republik Indonesia. Pusat kerajaan ini, lanjut dia, berada di Kampung Bandar Sakti (sekarang Bandar Sakti, Bajenis, Tebing Tinggi) yang merupakan pelabuhan sungai dan menjadi pusat perdagangan Kerajaan Padang dengan kerajaan lain. “Waktu itu sungai merupakan sarana transportasi utama, jadi wajar kalau ibu kota Kerajaan Padang berada di tepian sungai Padang,” terang laki-laki yang terlihat masih memiliki ingatan kuat meski fisiknya sudah sepuh.

Pusat administrasi Kerajaan Padang berada di sebuah bangunan bergaya arsitektur Eropa yang saat ini menjadi markas Koramil 013, di Jalan K.F.Tandean. Bangunan itulah yang menjadi saksi bisu keberadaan Kerajaan Padang. Sedangkan istana raja, lokasinya tidak berapa jauh dari pusat administrasi kerajaan.

“Seingat saya, dulu istana itu masih ada di belakang panglong, bersisian dengan Jalan Dr. Kumpulan Pane dan masih terlihat dari persimpangan Jalan KF Tandean. Tapi sekarang entah ada lagi entah tidak,” tutur Amiruddin Damanik, yang mengaku sudah belasan tahun tidak ke kota (Tebing Tinggi).

Historis Kerajaan Padang ini,dapat dilacak juga melalui cerita lisan, bermula dari memerintahnya seorang penguasa bernama Raja Syah Bokar. Bersama raja ini ada beberapa pembantu raja yang dikenal cukup berpengaruh masa itu, mereka adalah Panglima Daud berkedudukan sebagai panglima perang dan Orang Kaya Bakir sebagai bendahara kerajaan.

Di bawah pengaruh raja ini, Kerajaan Padang memiliki daerah yang luas terdiri dari puluhan kampung dan dipimpin kepala kampung masing-masing. Tiap-tiap kampung merupakan daerah otonom tetapi tunduk pada kekuasaan Kerajaan Padang. Di sebelah utara, Kerajaan Padang berbatasan dengan perkebunan Rambutan yang dikuasai Belanda. Di sebelah selatan, Kerajaan Padang memiliki kampung-kampung yang menjadi batas wilayahnya dengan Kerajaan Raya, Simalungun. Kampung itu adalah Huta Padang dan Bartong –saat ini berada di Kec.Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagei. Ke arah barat, kerajaan ini mencapai Kampung Pertapaan –sekarang masuk Kec. Dolok Masihul, Sergai. Demikian pula ke arah timur, kerajaan ini memiliki batas hingga ke Bandar Khalifah—sekarang Kec. Bandar Khalifah, Sergai.

Kerajaan Padang masa itu dihuni penduduk dari multi etnis, baik etnis lokal maupun dari mancanegara. Hingga kini bukti-bukti multi etnisitas itu terlihat dari penamaan kampung-kampung yang ada di Kota Tebing Tinggi., seperti, Kampung Jawa, Kampung Begelen, Kampung Rao, Kampung Mandailing, Kampung Tempel, Kampung Batak dan Kampung Keling. Penamaan kampung yang terakhir ini berlokasi di pinggiran sungai Padang –saat ini terletak di Kelurahan Tanjung Marulak—menginformasikan bahwa pada masa Kerajaan Padang wilayah itu sudah di huni salah satu suku bangsa dari anak benua India. Bukti arkeologis keberadaan etnis anak benua India itu dengan pernah ditemukannya bangkai sebuah perahu bergaya Hindu mengendap dari kedalaman sungai Padang di Desa Kuta Baru sekira lima tahun lalu. Namun sayang, bangkai kapal itu hancur karena tidak terawat.

Demikian pula dengan keberadaan etnis Tionghoa telah ada seiring dengan perkembangan hubungan Kerajaan Padang dengan kerajaan lain. Etnis Tionghoa kala itu, banyak menghuni pinggiran muara sungai Bahilang. Kelompok mereka dipimpin seorang kapitan. “Hingga kini kalau saya tidak salah kediaman kapitan Cina iu masih ada di Jalan Iskandar Muda berhadapan dengan bekas bioskop Metro,” tegas orang tua yang enggan di panggil kakek itu.

Di samping kedua etnis ini, orang-orang Belanda juga belakangan menghuni Kerajaan Padang . Ini dibuktikan dengan adanya perkuburan mereka yang disebut Kerkof (kuburan) di Kampung Bagelen –sekarang di Jalan Cemara.

Beberapa kampung yang spesifik dari kegiatan penduduk kala itu juga masih terabadikan hingga kini, misalnya Kampung Bicara, Bandar Sono, Kampung Persiakan, Kampung Durian, Kampung Jati, Kampung Sawo, Kampung Kurnia, Kampung Jeruk, Kampung Semut, Kampung Tambangan, Kampung Sigiling dan Kampung Badak Bejuang serta beberapa kampung lainnya.[5]

Batas Kerajaan Padang
“Sebelum sampai Sipispis, ada satu kampung bernama Bartong, itulah batas wilayah terjauh Kerajaan Padang,” tegas tokoh sepuh itu yang pernah menjadi tahanan politik di awal Orde Baru. Batas itu diperoleh Kerajaan Padang setelah memenangkan pe perangan dengan Kerajaan Raya. “Perang itu bernama perang Lopot-Lopot, artinya perang intip-mengintip,” jelas penutur ini.

Asal terjadinya perang, ujar Amiruddin, bermula dari seringnya muncul gangguan yang kadang-kadang berakhir dengan pembunuhan dari orang-orang Kerajaan Raya terhadap masyarakat di sekitar Kampung Bulian. Akibatnya, karena ketakutan, penduduk Kampung Bulian banyak yang mengungsi hingga ke Bandar Sakti. Melihat keadaan ini, pasukan Kerajaan Padang kemudian membuat sebuah jembatan di atas sungai Kelembah. Maksudnya untuk mengontrol siapa saja orang-orang yang keluar-masuk ke ibu kota kerajaan.

Ternyata, dibuatnya jembatan itu membuat Kerajaan Raya tidak senang, sehingga mereka selalu saja mengganggu ketentraman warga di Kerajaan Padang. Menghadapi keadaan tidak tentram itu, Raja Syah Bokar kemudian memerintahkan Panglima Daud untuk mengusir para pengacau itu. Dalam pengusiran itu, Panglima Daud melakukan penaklukan terhadap beberapa kampung lainnya, hingga kemudian panglima Kerajaan Padang ini menghentikan pengejaran di Kampung Bartong. Kampung inilah yang dijadikan batas Kerajaan Padang.

Usai peperangan, Kerajaan Padang harus menghadapi suatu masa pancaroba dalam bentuk perebutan kekuasaan. Dalam suatu acara perburuan di Bandar Khalifah, Raja Syah Bokar karena pengkhianatan panglimanya, mati terbunuh. Lalu, sepeninggal sang raja, kekuasaan dikendalikan oleh OK Bakir. Bendaharawan kerajaan ini menjalankan pemerintahan menunggu dua anak Raja Syah Bokar yang bernama Tengku Alamsyah dan Tengku Hasyim menamatkan sekolahnya di Batavia.

Dalam catatan penutur, di saat jabatan di pangku OK Bakir inilah Kerajaan Padang kemudian takluk di bawah Kerajaan Deli yang otomatis menjadi taklukan Kolonial Belanda. Sebagai bukti ketundukan terhadap Kerajaan Deli, kerajaan induk ini kemudian mengirim salah seorang petingginya menjadi pemangku raja di Kerajaan Padang. Petinggi Kerajaan Deli itu bernama Tengku Jalal yang kemudian menjabat sebagai raja menanti keturunan raja yang wafat pulang dari tugas belajar.

Selesai menamatkan sekolah, kedua keturunan raja ini kemudian kembali ke Kerajaan Padang untuk melanjutkan tampuk kekuasaan. Pemegang tampuk kekuasaan pertama jatuh ke tangan anak tertua yakni Tengku Alamsyah. Baru kemudian diserahkan kepada anak lainnya yakni Tengku Hasyim. Di tangan Tengku Hasyim ini, gejolak menuntut kemerdekaan terhadap Kolonial Belanda menggemuruh. Sehingga akhirnya seluruh wilayah Kerajaan Padang melebur menjadi Tebing Tinggi dengan batas-batas yang ditentukan administrasi Kolonial Belanda. Batas-batas inilah yang hingga kini menjadi patok administrasi Kota Tebing Tinggi.

Akan halnya Datuk Bandar Kajum, berdasarkan pada penuturan historis lebih awal ini, diperkirakan sebagai salah seorang pemuka masyarakat di Kerajaan Padang. Dia, mendapatkan kehormatan dari penguasa Kerajaan Padang dengan gelar Datuk Punggawa karena kesertaannya dalam perang menghadapi Kerajaan Raya. Datuk Bandar Kajum pun kemudian diberikan tanah dan wewenang untuk membangun pemukiman yang kemudian disebut Kampung Tebing Tinggi.

Lalu, dari pelacakan akar historis Kota Tebing Tinggi pada masa lalu, setidaknya harapan masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk melakukan pemekaran wilayah, sebenarnya memiliki momentum historisitas yang bisa jadi memiliki validitas kuat. Jika menggunakan data sejarah di atas—meski merupakan data lisan—sebenarnya wilayah Kota Tebing Tinggi sekarang ini lebih kecil dari wilayah Kerajaan Padang yang berpusat di kota itu. Ada puluhan desa dan kampung di hinterland yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan Padang.

Namun karena keberadaan wilayah Tebing Tinggi ini hanya didasarkan pada data Kolonial Belanda, keadaannya menjadi riskan. Kota Tebing Tinggi sebagai ibu kota Kerajaan Padang harus kehilangan puluhan kampung yang dulunya merupakan bagian dari Kota Tebing Tinggi masa lalu itu. Penjajahan Kolonial Belanda telah merugikan Tebing Tinggi dalam soal administrasi kewilayahan. Sudah saatnya memang kita menagih kembali daerah Tebing Tinggi yang hilang berdasarkan wilayah Kerajaan Padang. Ayo bung, kita mekarkan Kota Tebing Tinggi berdasarkan data historis itu.[5]

Masa Penjajahan Belanda
Pada tahun 1887, oleh pemerintah Hindia Belanda, Tebing Tinggi ditetapkan sebagai kota pemerintahan dimana pada tahun tersebut juga dibangun perkebunan besar yang berlokasi di sekitar Kota Tebing Tinggi (hinterland). Pada tahun 1904, menjelang persiapan Tebing Tinggi menjadi kota otonom, didirikan sebuah Badan Pemerintahan yang bernama Plaatselijkke Fonds oleh Cultuur Paad Soematera Timoer.

Pada tanggal 23 Juli 1903, pemerintah Hindia Belanda menetapkan daerah Otonom Kota kecil Tebing Tinggi menjadi pemerintahan kota Tebing Tinggi sebagai daerah otonom dengan sistim desentralisasi.

Pada tahun 1910, sebelum di laksanakannya Zelf Bestuur Padang (Kerajaan Padang), maka telah dibuat titik “Pole Gruth” yaitu pusat perkembangan kota sebagai jarak ukur antara Kota Tebing Tinggi dengan kota sekitarnya. Patok Pole Gruth tersebut terletak di tengah-tengah Taman Bunga di lokasi Rumah Sakit Umum Herna. Untuk menunjang jalannya roda pemerintahan maka diadakan kutipan-kutipan berupa Cukai Pekan, Iuran penerangan dan lain-lain yang berjalan dengan baik.

Pada masa Tebing Tinggi menjadi Kota Otonom maka untuk melaksanakan Pemerintahan, selanjutnya dibentuk Badan Gementeraad Tebing Tinggi, yang beranggotakan 9 orang dengan komposisinya 5 orang Bangsa Eropa, 3 orang Bumiputera, dan 1 orang Bangsa Timur Asing. Hal ini didasarkan kepada Akte Perjanjian Pemerintah Belanda dengan Sultan Deli, bahwa dalam lingkungan Zelfbestuur didudukan orang asing Eropa dan yang dipersamakan dan ditambah dengan orang-orang Timur Asing.

Pada masa itu, adanya perbedaan golongan penduduk, menyebabkan adanya perbedaan pengaturan penguasaan tanah. Untuk mengadakan pengutipan-pengutipan yang disebut setoran retribusi dan pajak daerah, diangkatlah pada waktu itu Penghulu Pekan. Tugas Penghulu Pekan ini juga termasuk menyampaikan perintah-perintah atau kewajiban-kewajiban kepada Rakyat kota Tebing Tinggi yang masuk daerah Zelfbestuur.

Dalam perkembangan selanjutnya informasi Kota Tebing Tinggi sebagai kota Otonom dapat kita baca dari tulisan J.J.Mendelaar, dalam “NOTA BERTREFENDE DEGEMENTE TEBING TINGGI” yang dibuatnya sekitar bulan Juli 1930.

Dalam salah satu bab dari tulisan tersebut dinyatakan bahwa setelah beberapa tahun dalam keadaan vakum mengenai perluasan pelaksanaan Desentralisasi, maka pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Desentralisasiewet berdirilah Gementee Tebing tinggi dengan Stelings Ordanitie Van Statblaad 1917 yang berlaku 1 Juli 1917. Karenanya, tanggal 1 Juli inilah yang menjadi Hari jadi Kota Tebing Tinggi.

Masa Pendudukan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, pelaksanaan pemerintah di Tebing Tinggi tidak lagi dilaksanakan oleh Dewan Kota yang bernama Gementeeraad. Pemerintah Jepang menggantikannya dengan nama Dewan Gementee Tebing Tinggi. Menjelang Proklamasi (masih pada masa Jepang) pemerintahan kota Tebing Tinggi tidak berjalan dengan baik.

Masa Indonesia Merdeka
Pada tanggal 20 Nopember 1945, Dewan kota disusun kembali. Dalam formasi keanggotaannya sudah mengalami kemajuan, yang para anggota Dewan Kota terdiri dari pemuka Masyarakat dan Anggota Komite Nasional Daerah. Dewan Kota ini juga tidak berjalan lama, karena pada tanggal 13 Desember 1945, terjadilah pertempuran dengan Militer Jepeng dan sampai sekarang terkenal dengan Peristiwa Berdarah 13 Desember 1945, yang diperingati setiap tahun.

Pada tanggal 17 Mei 1946, Gubernur Sumatra Utara menerbitkan suatu keputusan No.103 tentang pembentukan Dewan Kota Tebing Tinggi, yang selanjutnya disempurnakan kembali dengan nama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, walaupun pada waktu itu ketua Dewan dirangkap Bupati Deli Serdang.

Ketika Agresi pertama Belanda yang dilancarkan pada tanggal 21 Juli 1947, Dewan Kota Tebing Tinggi dibekukan, demikian pula keadaan pada waktu berdirinya Negara Sumatra Timur, Kota Tebing Tinggi tidak mempunyai Dewan Kota untuk melaksanakan tugas pemerintahan.

Pada masa RIS, Dewan kota diadakan berdasarkan peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1950. Tetapi dalam proses pelaksanaannya, panitia pemilihan belum sempat menjalankan tugasnya, Peraturan Pemerintah No. 39 tersebut telah dibatalkan.

Menurut undang-undang No.1 tahun 1957, pemerintah di daerah ini menganut azas Otonomi daerah yang seluasnya. Walaupun dalam undang-undang tersebut ditetapkan bahwa daerah ini berhak mempunyai DPRD yang diambil dari hasil Pemilihan Umum 1955, tetapi berdasarkan undang-undang darurat 1956 DPRD PERALIHAN kota Tebing Tinggi hanya mempunyai 10 (Sepuluh) orang anggota.

Setelah keluarnya Undang-Undang No. 5 tahun 1974, tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, pelaksanaan pemerintahan di Kota Tebing Tinggi sudah relatif lebih baik dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Tetapi, walaupun sudah memiliki perangkat yang cukup baik, namun karena terbatasnya kemampuan daerah dalam mendukung pengadaan dalam berbagai fasilitas yang di butuhkan, roda pemerintahan di daerah ternyata masih banyak mengalami hambatan.

Pada tahun 1980 Presiden Republik Indonesia telah mengganugerakan tanda kehormatan “PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA” kepada Kotamadya Dati II Tebing Tinggi sebagai penghargaan tertinggi atas hasil kerjanya dalam melaksanakan pembangunan Lima Tahun Kedua, sehingga dinilai telah memberikan kemampuan bagi pembangunan, demi kemajuan Negara Indonesia pada umumnya daerah khususnya.[6]

Peristiwa penting
Kerusuhan Mei 1998
Saat lahirnya Reformasi Indonesia pada Mei 1998, Kota Tebing Tinggi juga tak luput dari kerusuhan terhadap etnis Tionghoa. Masyarakat yang saat itu tercekik ekonominya karena harga yang membubung tinggi, beramai-ramai melakukan penjarahan toko-toko milik etnis Tionghoa. Pertokoan Jalan Suprapto dan KH Dahlan tak luput dari penjarahan. Beberapa kilang padi milik etnis Tionghoa juga dijarah. Dampaknya seluruh pertokoan di seluruh kota tutup, bahkan selama tiga tahun sejak penjarahan, kota Tebing Tinggi seperti lumpuh pada malam hari karena tidak adanya toko yang berani buka pada malam hari.

Banjir Besar 2001
Akhir 2001 banjir besar melanda hampir seluruh pesisir timur Sumatra Utara. Tebing Tinggi juga tak luput dari bencana ini. Dua sungai besar yang membelah kota ini: Sungai Padang dan Sungai Bahilang meluap. Selama tiga hari air merendam dan melumpuhkan aktivitas kota. Beberapa kendaraan antar kota dari dan menuju Medan terjebak banjir dan terpaksa menginap di jalanan kota Tebing Tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun kerugian materi tak terelakan.

Jasa Kirim Mobil – Kami adalah perusahaan pengiriman mobil ke seluruh Pulau di Indonesia, Sudah berpengalaman kurang lebih selama 10 Tahun lebih dan di dukung oleh tenaga profesional di bidangnyamm dengan armada Mobil Towing 10 mobil dan Car Carrier 3 Mobil serta para driver yang sudah berpengalaman dalam mengirim mobil ke seluruh Indonesia.

Jasa Kirim Mobil
Jasa Kirim Mobil

Di Dunia pengiriman Mobil siapa yang tidak kenal dengan PT. Multi Andalan Sejahtera dengan reputasi nya yang gemilang kami menjadi rekan kerja puluhan perusahaan otomotif , Show Room dan pabrikasi mobil dalam menggunakan Jasa Kirim Mobil kami.

Sehabis tadinya, kami sempat memberikan panduan tentang persiapan saat sebelum kirim mobil ke luar kota serta antar pulau. Kali ini, kami hendak memberikan panduan tentang gimana metode memilah serta memakai jasa ekspedisi kirim mobil. Tidak hanya tujuannya buat memperoleh yang murah, panduan ini pula bermanfaat buat mencari ekspedisi yang nyaman serta terpercaya.

Cara Kirim Mobil Biar Aman
Cara Kirim Mobil Biar Aman

1. Cek jangkauan pengiriman ekspedisi

Tiap ekspedisi mempunyai kapasitas jangkauan pengiriman yang berbeda- beda. Bila Kamu mau berencana kirim mobil ke luar pulau, hingga hendaknya pakai ekspedisi kirim mobil yang sediakan layanan pengiriman lebih luas, misalnya pengiriman mobil dari Jawa ke Kalimantan, Sulawesi, ataupun ke Sumatera.

Pengecekan jangkauan pengiriman pula bermanfaat buat mengecek SOP apa yang digunakan oleh mereka buat melayani pengiriman mobil.

2. Didukung sarana serta fasilitas yang memadai

Sarana penunjang kebutuhan jasa pengiriman mobil bisa berbentuk fitur tracking buat melacak status pengiriman memakai no resi, fitur cek tarif buat mengenali bayaran pengiriman mobil dari serta ke tempat tujuan konsumen.

Walaupun sarana ini tidak harus terdapat pada beberap ekspedisi tetapi bila Kamu memilah mereka yang mempunyai sarana semacam ini hendak lebih tenang serta aman.

Tidak hanya sarana di atas, sarana lain yang bisa jadi opsi merupakan packing mobil, asuransi, serta tenaga pakar bongkar memuat mobil.

3. Seleksi tipe transportasi yang tepat

Umumnya, terdapat 4 tipe tranportasi pengiriman mobil, ialah car carrier, towing, self- driver, serta kontainer.

Car carrier merupakan layanan Kirim Mobil Murah dengan keadaan mobil dikumpulkan jadi satu di dalam truk berdimensi besar. Towing merupakan pengiriman mobil memakai satu truk, umumnya truk engkel ataupun truk cdd, tetapi mobil tidak dicampur dengan kepunyaan orang lain. Kontainer merupakan pengiriman mobil yang ditaruh dalam peti kemas( kontainer), umumnya kirim mobil gunakan kontainer dikhususkan buat mereka yang kirim ke luar pulau ataupun antar provinsi.

4. Seleksi layanan dengan bayaran setimpal budget

Pakai jasa pengiriman port to port bila mau memperoleh bayaran yang lebih murah, serta pakai jasa pengiriman door to door bila mau memperoleh layanan pengiriman yang tidak ribet.

Port to port merupakan layanan pengiriman dari pelabuhan ke pelabuhan. Sebaliknya door to door merupakan layanan pengiriman dari tempat konsumen ke tempat tujuan kemauan konsumen.

5. Perhatikan agenda kirim mobil

Pada hari- hari tertentu, ekspedisi kirim mobil hendak memperoleh jumlah konsumen yang sangat kelewatan( overload), semacam pada hari lebaran, natal, akhir tahun atatu hari besar serta perayaan yang lain. Sangat direkomendasikan buat menjauhi hari- hari semacam itu. Sebab, dengan terdapatnya overload shipping, dikhawatirkan ekspedisi hendak memesatkan proses pengiriman tanpa mencermati mutu layanan.

6. Dampingi petugas ekspedisi

Pada dikala mengajukan proses pengiriman mobil, sangat diajarkan buat mendampingi tenaga pakar yang bertugas pada tiap perinci, semacam packing mobil, bongkar memuat mobil serta pengirimannya.

Mendampingi petugas yang mengirim mobil bisa dicoba dengan memakai no resi buat melacak status keberadaan mobil yang dikirm seara real time.

7. Pakai asuransi pengiriman mobil yang terpercaya

Metode kirim mobil nyaman yang lain merupakan dengan memakai jasa asuransi yang terpercaya, dari ABB, maupun asuransi yang lain. Ekspedisi yang telah berkolaborasi dengan mereka hendak menawarkan Harga Kirim Mobil yang lebih murah kepada Kamu.

8. Cocokan informasi pada pesan jalur pengiriman mobil

Upayakan tiap perinci pada pesan jalur pengiriman mobil terisi setimpal dengan kesepatakan serta keadaan mobil yang hendak Kamu kirim.

9. Seleksi ekspedisi kirim mobil dengan reputasi bagus

Panduan Dikala Menerima Kiriman Mobil
Panduan Dikala Menerima Kiriman Mobil

Kamu bisa memandang mana saja ekspedisi yang mempunyai reputasi bagus serta kurang baik. Reputasi tersebut berbentuk bintang yang tersisipkan di samping nama vendor ekspedisi.

Dimana dapat mencari Ekspedisi Kirim Mobil yang mempunyai layanan setimpal dengan panduan di atas? Jawabannya ada di Website ini

Tadinya, kita telah mengerti betul tentang persiapan serta metode memilah ekspedisi kirim mobil yang murah serta bagus. Saat ini, gimana triknya dikala menerima mobil kiriman?

Pasti perihal ini pula butuh dicermati oleh pelakon pengirim serta penerima mobil. Alasannya, tidak seluruh mobil kiriman sukses dikirim ke tempat tujuan tanpa terdapat kehancuran serta baret.

Berikut merupakan panduan dikala mengalami ekspedisi pengiriman mobil yang mengetuk pintu rumah Kamu.

1. Mintalah dokumentasi mobil yang dikirim

Tadinya, yakinkan terlebih dulu pengirim mobil sudah mempunyai dokumentasi mobil dalam wujud gambar serta checklist( pesan jalur) yang sudah disepakati oleh pihak pengirim serta ekspedisi.

Memakai dokumentasi ini, Kamu bisa melaksanakan pengecekan terhadap segala body, baik bidang dalamnya maupun bidang luar.

2. Klaim asuransi bila terdapat kerusakan

Inilah alibi mengapa kita senantiasa menyarankan kepada Kamu biar memakai jasa asuransi yang terpercaya dikala melaksanakan pengiriman mobil. Tujuannya merupakan buat membuat klaim kehancuran kiriman mobil dengan lebih gampang.

Mintalah kabar kegiatan pada ekspedisi bila memanglah terdapat baret serta kehancuran pada mobil. Mintalah dengan perinci.

3. Luangkan waktu buat mengambil serta menerima mobil

Upayakan waktu yang telah Kamu tentukan buat menerima mobil betul- betul dimanfaatkan, serta jangan amanahkan peluang ini pada orang lain, tercantum satpam Kamu.

Ini merupakan waktu Kamu buat mengecek segala kerusakaan yang mungkin terdapat serta langsung sampaikan pada pihak ekspedisi serta pengirim.

Paling utama bila layanan yang digunakan merupakan jasa pengiriman port to port, hingga Kamu wajib mengambilnya di pelabuhan ataupun halte terdekat dari kota Kamu.

Telah siap buat Kirim Mobil ?

Beri ketahui owner mobilnya tentang kami, bagaikan jasa pengiriman mobil murah serta bagus di Indonesia. Dapatkah layanan dari tenaga pakar professional

Mengapa Kamu mau kirim mobil hingga ke luar kota, apalagi antar pulau? Kamu telah pindah rumah ataupun memperoleh pekerjaan di kota baru, serta mau memakai mobilnya disitu?

Wajib nyaman dong dikala mobilnya dikirim?

Ekspedisi pengiriman mobil murah serta aman

Apa saja persiapan serta panduan saat sebelum mengirim mobil ke luar kota serta antar pulau? Ikuti seluruh pada postingan di dasar ini.

1. Amankan benda yang terdapat di dalam mobil

Siapkan pulpen, kertas serta camera( dapat gunakan hp) buat mencatat segala keadaan benda yang terdapat di dalam mobil, semacam audio, tablet, pendingin, speedometer, jok mobil, setir, pedal maupun yang yang lain. Apabila butuh, keluarkan seluruh benda serta harta individu yang terdapat di dalam mobil, umumnya semacam laptop, pakaian, perhiasan, duit serta yang lain.

2. Mencuci mobil hingga bersih

Mobil ingin dikirim kok wajib dicuci? Tujuannya merupakan buat membenarkan segala body mobil ataupun bidang luar mobil nampak mana yang baret serta mana yang lembut.

3. Dokumentasikan eskterior mobil dalam wujud foto

Sehabis mobil dicuci hingga bersih, langkah berikutnya merupakan mendokumentasikannya dalam wujud gambar. Yakinkan tidak terdapat bagian bidang luar yang terlampaui. Tujuannya merupakan buat membenarkan sehabis mobil dikirim ke tempat tujuan, tidak terdapat kehancuran bonus yang lain.

4. Cek keadaan segala mesin

Mobil Kamu hendak menempuh ekspedisi yang jauh, apalagi sangat jauh. Yakinkan keadaan mesin dalam kondisi baik, mulai dari karburator sampai mesin- mesin berarti yang lain. Jangan hingga mobil mogok di tengah ekspedisi.

5. Sesuaikan alarm mobil( Hidup/ Mati)

Bila Kamu mau kirim mobil memakai ekspedisi serta layanan tidak hanya self driver, hingga hendaknya alarm dinon- aktifkan. Sebab, tidak seluruh supir/ pengemudi truk pengirim mobil ketahui gimana triknya buat mematikan alarm mobil bagus Kamu.

6. Lepas komponen bidang luar buat menjauhi kehancuran serta lecet

Ingin gunakan Jasa Pengiriman Mobil Antar Pulau ? Hendaknya lepas terlebih dulu komponen mobil yang dapat dilepas pada bagian bidang luarnya, semacam spoiler, spion serta yang yang lain. Buat jaga- jaga, khawatir terdapat yang baret dikala mobil dikirim.

7. Salin berkas serta dokumen mobil

Bila Kamu mau memakai ekspedisi pengiriman mobil, hingga Kamu diharuskan buat menyerahkan berkas STNK ataupun BPKB mobil yang asli. Lekas salin dokumen tersebut saat sebelum dokumen yang asli diserahkan.

8. Cek seluruh cairan mobil

Iktikad dari cairan mobil merupakan seluruh tentang keadaan yang menampung bahan bakar, semacam aki serta bensin. Saat sebelum melaksanakan pengiriman mobil, keduanya wajib dalam kondisi tidak goyang serta tidak bocor.

9. Isilah bahan bakar secukupnya

Bila mau memakai jasa self driver, hingga isilah bahan bakar hingga penuh. Tetapi, bila mau kirim mobil gunakan towing serta car carrier, isilah bahan bakar seperlunya saja– jangan sangat penuh serta jangan sangat kosong. Jika penuh, khawatir meledak serta dibakar.

Kota Jasa Kirim Mobil Yang Kami Support

ACEH , ASAHAN , AEK KANOPAN , AMBON , AMUNTAI , ANYER , ATAMBUA , BIREUN , BAGAN SIAPI API , BENGKALIS , BATAM , BAGAN BATU , BATU RAJA , BATU SANGKAR , BUKIT TINGGI , BALIGE , BINJAI , BRASTAGI , BENGKULU , BANDAR LAMPUNG , BANGKA , BELITUNG , BANDAR JAYA , BATANG HARI , BALARAJA , BOJONEGARA , BANJARNEGARA , BANYUMAS , BATANG , BLORA , BOYOLALI , BREBES , BANTUL , BANDUNG , BANJAR , BANJARAN , BEKASI , BOGOR , BANGKALAN , BANYUWANGI , BLITAR , BOJONEGORO , BONDOWOSO , BALI , BIMA , BIAK , BALANGAN , BANJARMASIN , BANJARBARU , BARABAI , BATU LICIN , BULUNGAN , BUNTOK , BALIKPAPAN , BERAU , BONTANG , BAU BAU , BITUNG , BANTANG , BERAW , BULUKUMBA , BONE , CURUP , CILEGON , CIUJUNG , CILACAP , CIAMIS , CIANJUR , CIAWI , CIBADAK , CIBINONG , CIBITUNG , CIKAMPEK , CIKARANG , CILEUNYI , CIMAHI , CIPANAS , CIREBON , DUMAI , DURI , DAIRI , DELI SERDANG , DEMAK , DEPOK , ENDE , ENREKANG , FLORES , GUNUNG SITOLI , GROBOGAN , GARUT , GRESIK , GORONTALO , GOWA , GERUNG , INDRAMAYU , JAMBI , JEPARA , JEMBER , JOMBANG , JAYAPURA , JENEPONCO , KUTACANE , KAMPAR , KARIMUN , KEP. MERANTI , KUANTAN SINGINGI , KABAN JAE , KALIANDA , KOTA BUMI , KUARA TUNGGAL , KARANG ANYAR , KEBUMEN , KENDAL , KLATEN , KUDUS , KARAWANG , KUNINGAN , KEDIRI , KUPANG , KETAPANG , KANDANGAN , KOTA BARU , KASONGAN , KUALA KAPUAS , KUALA KURUN , KUALA PAMBUANG , KENDARI , KOLAKA , LHOKSEUMAWE , LHOKSUKUN , LAHAT , LUBUK LINGGAU , LUBUK PASUNG , LUBUK SIKAPING , LANGKAT , LUBUK PAKAM , LAMPUNG , LANGSA , LEBAK , LASEM , LAMONGAN , LUMAJANG , LAMANDAU , LUWUK , MEULABOH , MUARA ENIM , MEDAN , MUKO MUKO , METRO , MUARA BUNGO , MERAK , MAGELANG , MAJALAYA , MAJALENGKA , MADIUN , MAGETAN , MALANG , MOJOKERTO , MATARAM , MAUMERE , MANOKWARI , MARABAHAN , MARTAPURA , MALINAU , MUARA TEWEH , MALAK , MUARA KAMAN , MAJENE , MAMUJU , MANADO , MAKALE , MAKASSAR , MASAMBA , MALILI , MAROS , NGANJUK , NGAWI , NABIRE , NUNUKAN , OGAN ILIR , PASIR PANGALIRAN , PEKANBARU , PELALAWAN , PAGAR ALAM , PALEMBANG , PANGKALAN BALAI , PRABU MULIN , PADANG , PADANG PANJANG , PADANG PARIAMAN , PAINAN , PARIAMAN , PAYA KUMBUH , PADANG SIDEMPUAN , PEMATANG SIANTAR , PANGKAL PINANG , PRING SEWU , PANDEGLANG , RANGKAS BITUNG , PATI , PEKALONGAN , PEMALANG , PURBALINGGA , PURWODADI , PURWOKERTO , PURWOREJO , PADALARANG , PEMANUKAN , PANGANDARAN , PELABUHAN RATU , PUNCAK , PURWAKARTA , PACITAN , PEMEKASAN , PASURUAN , PONOROGO , PROBOLINGGO , PRAYA , PONTIANAK , PUTU SIBAU , PARINGIN , PALANGKARAYA , PANGKALAN BUN , PULANG PISAU , PURUK CAHU , PANAJAM , PASER , POLEWALI , PALU , POSO , PALOPO , PANGKA JENE , PARE PARE , PINRANG , RENGAT , RATAU PRAPAT , REMBANG , RANCAEKEK , RANTAU , RAHA , SABANG , SIGLI , SINGKIL , SIAK , SEKAYU , SAWAH LUNTO , SIJUNJUNG , SIMPANG EMPAT , SOLOK , SIBOLGA , SIDIKALANG , SUNGAI LIAT , SUNGAI PELUH , SURO LANGUN , SUNGAI LILIN , SERANG , SERPONG , SALATIGA , SEMARANG , SLAWI , SOLO , SRAGEN , SUKOHARJO , SLEMAN , SINGAPARNA , SOREANG , SUBANG , SUKABUMI , SUMEDANG , SAMPANG , SIDOARJO , SITUBONDO , SUMENEP , SURABAYA , SELONG , SUMBAWA , SUMBA , SORONG , SERUI , SANGGAU , SINGKAWANG , SINTANG , SAMPIT , SUKAMARA , SAMARINDA , SANGGATA , SANGA SANGA , SINJAI , SUNGGU MINASA , SELAYAR , TAKENGAN , TAPAKTUAN , TAN. BALAI KARIMUN , TANJUNG PINANG , TEBING TINGGI , TAN.BALAI ASAHAN , TAPANULI UTARA , TARUTUNG , TEBING TINGGI (su) , TANJUNG PANDAN , TULANG BAWANG , TANGERANG , TEGAL , TEMANGGUNG , TASIKMALAYA , TRENGGALEK , TUBAN , TULUNGAGUNG , TANJUNG , TAMBOLAKA , TIMIKA , TERNATE , TABALONG , TANJUNG , TANJUNG SELOR , TARAKAN , TAMIANG LAYANG , TANJUNG REDEP , TENGGARONG , TANAH GROGOT , TAHUNA , TAKALAR , UJUNG BERUNG , WONOGIRI , WONOSOBO , WONOSARI , WATES , WARU , WAIKABUBAK , WAINGAPU , WAHAU , WAU WAU , WAJO , WATANG PONE , WATAN SOPPEN , YOGYAKARTA ,

Sumber Google

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CEK HARGA VIA WA