Harga Kirim Mobil Jakarta Maros

Hot

Harga Kirim Mobil Jakarta Maros

Rp4,700,000.00

BIAYA, HARGA, TARIF, MOBIL JAKARTA-MAROS Rp.4.700.000

  • Pengiriman menggunakan kapal roro.
  • Harga berlaku untuk jenis mobil sedan,minibus,jeep dan sejenisnya.
  • Harga sudah termasuk asuransi(0,20% dari harga mobil)berlaku untuk mobil maxsimal Rp.150.000.000
  • Fasilitas door to door( dalam kota )
  • Pembayaran tunai atau transfer setelah mobil di jemput,sebelum mobil tiba di tujuan.
  • Harga berlaku untuk kebalikannya.
Category:
  • Description
  • Size Guide
  • Reviews (0)

Description

Harga Kirim Mobil Jakarta Maros – Kabupaten Maros (Bugis: ᨀᨅᨘᨄᨈᨛ ᨆᨑᨚ , Makassar: ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨆᨑᨚ , Inggris: Maros Regency) adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Jauh dari sebelumnya Kabupaten Maros adalah salah satu bekas daerah kerajaan di Sulawesi Selatan. Di daerah ini pernah berdiri Kerajaan Marusu’ dengan raja pertama bergelar Karaeng Loe Ri Pakere. Maros memperoleh status bersejarah sebagai kabupaten pada tanggal 4 Juli 1959 berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959. Pada tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Maros berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 3 Tahun 2012. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Turikale sejak perubahannya pada tanggal 9 mei 2011 yang sebelumnya bernama Kota Maros. Perubahan nama ibu kota Kabupaten Maros dari nama Kota Maros menjadi nama Kota Turikale telah diatur dalam Perda Kabupaten Maros Nomor 10 Tahun 2011. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.619,12 km² dan berpenduduk sebanyak 349.822 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 216,06 jiwa/km² pada tahun 2018.[6] Bersama Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros dikenal sebagai kabupaten penyangga Kota Makassar. Karena Kabupaten Maros merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan tersebut dengan jarak kedua kota tersebut berkisar 30 km dan sekaligus terintegrasi dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata. Dalam kedudukannya, Kabupaten Maros memegang peranan penting terhadap pembangunan Kota Makassar karena sebagai daerah perlintasan yang sekaligus sebagai pintu gerbang Kawasan Mamminasata bagian utara yang dengan sendirinya memberikan peluang yang sangat besar terhadap pembangunan di Kabupaten Maros. Di daerah ini juga terdapat banyak tempat wisata andalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, yaitu Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan objek wisata batu karst terbesar kedua di dunia Rammang-Rammang, selain itu Kabupaten Maros juga memiliki potensi ekonomi karena Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin berada di Kabupaten Maros.

Sejarah tentang Maros senantiasa terkait dengan keberadaan manusia prasejarah yang ditemukan di Gua Pettae, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung (sekitar 11 km dari Kota Turikale atau 44 km dari Kota Makassar). Dari hasil penelitian, arkeolog menyebutkan bahwa gua bersejarah tersebut telah dihuni oleh manusia sejak zaman megalitikum sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi (nyaris satu zaman dengan Nabi Nuh yang wafat 3043 tahun sebelum Masehi) yang selanjutnya turun-temurun atau beranak-pinak hingga saat ini. Sehingga, untaian sejarah tersebut menjadi “benang merah” tentang asal-muasal orang-orang Maros atau biasa disebut dengan istilah “Putera Daerah”.

Pada zaman mesolitik yang sebaran tinggalannya banyak ditemukan di Sulawesi Selatan, tepatnya di gua-gua prasejarah di kawasan karst Maros-Pangkep. Kawasan pegunungan gamping (karst) Maros-Pangkep adalah kawasan yang memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama yang disebabkan oleh pelarutan batuan yang intensif. Proses pelarutan lebih sering terjadi pada batuan karbonat, yang disebut dengan proses karstifikasi sehingga membe ntuk bukit-bukit karst yang membentang utara-selatan Pulau Sulawesi dengan lereng yang nyaris tegak seperti menara dan disebut sebagai tipe tower karst. Kawasan karst tersebut terdiri dari bukit-bukit yang terjal dengan lubang-lubang di kaki dan lereng perbukitan. Lubang-lubang itu adalah gua horizontal yang terjadi karena proses alam, yang lazim terdapat di suatu kawasan karst. Penduduk setempat menyebutnya “leang” (cave). Temuan lukisan telapak tangan, alat serpih, dan mata panah bergerigi di gua-gua prasejarah Maros.

Jejak hunian prasejarah di Sulawesi Selatan perta ma kali terungkap mela lui penelitian rintisan yang dilaku kan oleh Paul Sarasin dan Fritz Sarasin, dua orang naturalis berkebangsaan Swiss yang melakukan penelitian pada leang Cakondo, Ululebba dan Ba lisao di Bone antara tahun 1902-1903 yang kemudian diterbitkan menjadi buku yang berjudul Reisen in Celebes. Hasil penel itian mereka memicu para peneliti lain untuk melakukan penelitian di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di wilayah karst Maros-Pangkep. Pada tahun 1950 untuk pertama kalinya ditemukan lukisan pada dinding gua prasejarah (rock painting) berwarna merah oleh Van Heekeren dan Miss Heeren Palm di leang Petta’e Maros. Heekeren menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat dan di bagian dadanya terdapat mata panah menancap, sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan dengan latar belakang cat merah yang diduga berasal dari tangan kiri wanita. Sejak itulah penelitian di kawasan karst Maros-Pangkep dilakukan lebih intensif dan menghasilkan data yang melimpah tentang jejak hunian prasejarah di kawasan tersebut. Sampai sekarang wilayah ini masih menjadi salah satu obyek penelitian para arkeolog baik dari dalam maupun luar negeri.

Kirim Mobil Terpercaya

Reviews

There are no reviews yet.


Be the first to review “Harga Kirim Mobil Jakarta Maros”

CEK HARGA VIA WA