Jasa Pengiriman Alat Berat Sumatra Utara

Jasa Pengiriman Alat Berat Sumatra Utara

Sumatra Utara (disingkat Sumut) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Sumatra. Provinsi ini beribu kota di Medan. Luas wilayahnya 72.981 km2. Sumatra Utara adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dan pada tahun 2019, jumlah penduduknya adalah sebesar 14.908.036 jiwa

Sejarah
Pada zaman pemerintahan Belanda, Sumatra Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh pulau Sumatra, dipimpin oleh seorang Gubernur yang berkedudukan di kota Medan.

Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Daerah (KND), Provinsi Sumatra kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Provinsi Sumatra Utara sendiri merupakan penggabungan dari tiga daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatra Timur, dan Keresidenan Tapanuli.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatra dibagi menjadi tiga provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu: Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Tengah, dan Provinsi Sumatra Selatan. Tanggal 15 April 1948 selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Sumatra Utara.

Jasa Pengiriman Alat Berat Sumatra Utara – Pada awal tahun 1949, dilakukan kembali reorganisasi pemerintahan di Sumatra. Dengan Keputusan Pemerintah Darurat R.I. Nomor 22/Pem/PDRI pada tanggal 17 Mei 1949, jabatan Gubernur Sumatra Utara ditiadakan. Selanjutnya dengan Ketetapan Pemerintah Darurat R.I. pada tanggal 17 Desember 1949, dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatra Timur. Kemudian, dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 5 Tahun 1950 pada tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan tersebut dicabut dan dibentuk kembali Provinsi Sumatra Utara.

Dengan Undang-Undang R.I. No. 24 Tahun 1956 yang diundangkan pada tanggal 7 Desember 1956, dibentuk Daerah Otonom Provinsi Aceh, sehingga wilayah Provinsi Sumatra Utara sebagian menjadi wilayah Provinsi Aceh

Dengan dimekarkannya kembali Kabupaten Tapanuli Selatan, maka provinsi ini memiliki kabupaten baru, yaitu Kabupaten Padang Lawas yang beribu kota di Sibuhuan dengan dasar hukum UURI No. 38/2007 dan Kabupaten Padang Lawas Utara yang beribu kota di Gunung Tua dengan dasar hukum UURI No. 37/2007.[17][18]

Pulau Nias diwacanakan akan dimekarkan kembali, yaitu dengan membentuk Kabupaten Nias UtaraKabupaten Nias Barat, dan Kota Gunung Sitoli.[19]

Daftar kabupaten dan kota di Sumatra Utara

Artikel utama: Daftar kabupaten dan kota di Sumatra Utara

No.Kabupaten/kotaPusat pemerintahanBupati/wali kotaLuas wilayah (km2)[20]Jumlah penduduk (2017)[20]KecamatanKelurahan/desaLogo CiutkanPeta lokasi
1Kabupaten AsahanKisaranSurya3.702,21706.2832527/177
2Kabupaten Batu BaraLimapuluhZahir922,20400.803710/141
3Kabupaten DairiSidikalangEddy Keleng Ate Berutu1.927,80279.020158/161
4Kabupaten Deli SerdangLubuk PakamAshari Tambunan2.241,682.029.3082214/380
5Kabupaten Humbang HasundutanDolok SanggulDosmar Banjarnahor2.335,33182.991101/153
6Kabupaten KaroKabanjaheTerkelin Brahmana2.127,00389.5911710/259
7Kabupaten LabuhanbatuRantau PrapatAndi Suhaimi Dalimunthe2.156,02462.191923/75
8Kabupaten Labuhanbatu SelatanKota PinangWildan Aswan Tanjung3.596313.88452/52
9Kabupaten Labuhanbatu UtaraAek KanopanKhairuddin Syah Sitorus3.570,98351.09788/82
10Kabupaten LangkatStabatTerbit Rencana Perangin Angin6.262,001.013.3852337/240
11Kabupaten Mandailing NatalPanyabunganDahlan Hasan Nasution6.134,00430.8942327/380
12Kabupaten NiasGidoSokhiatulo Laoli1.842,51136.11510-/170
13Kabupaten Nias BaratLahomiFaduhusi Daely473,7384.9178-/105
14Kabupaten Nias SelatanTeluk DalamHilarius Duha1.825,20308.281353/457
15Kabupaten Nias UtaraLotuMarselinus Ingati Nazara1.202,78133.897111/112
16Kabupaten Padang LawasSibuhuanAli Sutan Harahap3.892,74258.003121/303
17Kabupaten Padang Lawas UtaraGunung TuaAndar Amin Harahap3.918,05252.58992/386
18Kabupaten Pakpak BharatSalakAsren Nasution (Pj.)1.218,3045.5168-/52
19Kabupaten SamosirPangururanRapidin Simbolon2.069,05123.78996/128
20Kabupaten Serdang BedagaiSei RampahSoekirman1.900,22608.691176/237
21Kabupaten SimalungunRayaJopinus Ramli Saragih4.386,60849.4053127/386
22Kabupaten Tapanuli SelatanSipirokSyahrul M Pasaribu6.030,47275.0981436/212
23Kabupaten Tapanuli TengahPandanBakhtiar Ahmad Sibarani2.188,00350.0172056/159
24Kabupaten Tapanuli UtaraTarutungNikson Nababan3.791,64293.3991511/241
25Kabupaten TobaBaligeDarwin Siagian2.328,89179.7041613/231
26Kota BinjaiMuhammad Idaham59,19264.687537/-
27Kota GunungsitoliLakhomizaro Zebua280,78135.99563/98
28Kota MedanAkhyar Nasution (Plt.)265,102.210.62421151/-
29Kota PadangsidempuanIrsan Efendi Nasution114,66209.796637/42
30Kota PematangsiantarHefriansyah Noor55,66247.411853/-
31Kota SibolgaSyarfi Hutahuruk41,3186.519417/-
32Kota TanjungbalaiM Syahrial107,83167.012631/-
33Kota Tebing TinggiUmar Zunaidi Hasibuan31,00156.815535/-

Penduduk

Jasa Pengiriman Alat Berat Sumatra Utara – Sumatra Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa BaratJawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990, penduduk Sumatra Utara berjumlah 10,81 juta jiwa, dan pada tahun 2010 jumlah penduduk Sumatra Utara telah meningkat menjadi 12,98 juta jiwa. Kepadatan penduduk Sumatra Utara pada tahun 1990 adalah 143 jiwa per km² dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 178 jiwa per km². Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk dari tahun 2000-2010 sebesar 1,10 persen. Sensus penduduk tahun 2015, penduduk Sumatra Utara bertambah menjadi 13.937.797 jiwa, dengan kepadatan penduduk 191 jiwa/km².

Kadar Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatra Utara setiap tahunnya tidak tetap. Pada tahun 2000 TPAK di daerah ini sebesar 57,34 persen, tahun 2001 naik menjadi 57,70 persen, tahun 2002 naik lagi menjadi 69,45 persen.



Alat berat adalah mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah dan memindahkan bahan bangunan. Alat berat umumnya terdiri atas lima komponen, yaitu implemen, alat traksi, struktur, sumber tenaga dan transmisinya (power train), serta sistem kendali.[1] Pemanfaatan alat berat telah dilakukan sejak aman Romawi. Vitruvius dalam bukunya De architectura tercatat menggunakan derek sederhana.

Definisi alat berat tidak hanya pada pekerjaan konstruksi. Dalam pertanian, truk pengangkut, traktor dan sebagainya juga disebut sebagat alat berat.

Pengertian Alat Berat

Alat berat adalah peralatan mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah, konstruksi
jalan, konstruksi bangunan, perkebunan, dan pertambangan. Keberadaan alat berat dalam setiap proyek sangatlah penting guna menunjang pembangunan infrastruktur maupun dalam mengeksplorasi hasil tambang, misalnya semen, batubara dll. Banyak keuntungan yang didapat dalam menggunakan alat berat yaitu waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar, nilai-nilai ekonomis dan lainnya.

Jasa Pengiriman Alat Berat

Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian, antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsinya.

Alat berat merupakan faktor penting dalam proyek, terutama proyek
konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Tujuan dari penggunaan alat – alat berat tersebut adalah untuk
memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

  • Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell;
  • Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt;
  • Alat pemadat tanah seperti compactor.

Jenis dan Fungsi Alat Berat

Alat berat dirancang untuk melakukan berbagai kegiatan guna untuk
mempermudah melakukan pekerjaan manusia, selain itu juga alat berat
berfungsi untuk menghemat biaya pengeluaran perusahaan tersebut dan juga mempercepat operator dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan fungsinya, maka alat berat dapat dibedakan menjadi:

  1. Excavator
    Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti :
    • Excavating (menggali)
    • Loading (memuat material)
    • Lifting (mengangkat beban)
    • Hammering (menghancurkan batuan)
    • Drilling (mengebor), dan lain sebagainya
  2. Motor Grader
    Motor Grader merupakan alat perata tanah (Grader) berfungsi
    untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Disamping itu grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengerukan kembali hasilnya kurang memuaskan. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah:
     Perataan tanah (Spreading).
     Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”.
     Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).
     Pembuatan parit (Crowning Ditching)
     Pemberaian butiran tanah (scarifying)
  3. Articulated Dump Truck
    Articulated Dump Truck digunakan untuk mengangkut serta
    memindahkan material dari suatu tempat ke tempat lainnya. Articulated Dump Truck bisa digunakan dalam kondisi jalanan yang berlumpur.
  4. Highway Dump Truck
    Highway Dump Truck sama halnya dengan Articulated Dump
    Truck, Highway Dump Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai dari 40 ton sampai dengan 360 ton.
  5. Wheel Loader
    Wheel Loader berfungsi sebagai alat pemuat hasil galian/gusuran
    dari alat berat lainnya seperti Buldozer, Grader dan sejenisnya. Pada
    prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk mengangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggak – tonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain.
  6. Crane
    Crane berfungsi sebagai alat pengangkut material. Crane
    termasuk dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertikal dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas ( loose material ) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alatalat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya

Tujuan dari penggunaan alat berat adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Nah berikut adalah penjelasan seputar pengertian Alat Berat serta Pengelompokan Alat Berat.

Definisi Alat Berat

Alat berat adalah merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.

Definisi Alat Berat

Secara Umum Pengertian Alat berat adalah segala macam peralatan /pesawat mekanis termasuk attachment Dan implementnya baik yang bergerak dengan tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik (towed-type) maupun yang diam ditempat (stationer) dan mempunyai daya lebih dari satu kilo watt, yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan kontruksi pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak merupakan alat processing langsung. Dalam pengoperasian alat berat banyak hal dan aspek yang harus diperhatikan, mulai dari ketrampilan dan skill operator, prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) dan aspek perawatan dan troubleshooting.

Pengelompokan Alat Berat

Pengelompokan alat berat dibedakan menjadi dua bagian antara lain Berdasarkan penggeraknya (Prime-mover) dan Berdasarkan fungsinya. Berikut adalah penjelasannya.

Jasa Pengiriman Alat Berat
Jasa Pengiriman Alat Berat

Berdasarkan penggeraknya (Prime-mover)
Prime mover adalah penggerak utama Alat Berat, seperti halnya kendaraan dapat bergerak maju/ mundur dalam kecepatan tertentu. Prime mover beroperasi disesuaikan dengan fungsi Attachement yang terpasang.

Attachment adalah peralatan yang terpasang pada Alat Berat. Dimana bentuk dan konstruksinya disesuaikan dengan tujuan penggunaan dilapangan atau medan yang akan diterjuni oleh Alat Berat yang bersangkutan. Prime mover terdiri dari 2 jenis, yaitu :
Tractor. Merupakan sebagai penggerak utama Alat Berat, yang dapat berjalan maju/mundur. Attachement terpasang pada rangka, dimana operator harus berbalik bila akan mengoperasikan attachment yang berada didepan atau belakang Alat Berat.
Excavator.Merupakan sebagai penggerak utama Alat Berat, yang dapat berjalan maju/mundur. Attachement dapat berputar bersama sama dengan cabin operator.

Berdasarkan fungsinya
Alat Pengolah Lahan. Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.
Alat Penggali. Jenis alat berat ini dikenal juga dengan istilah Backhoe loader. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

Alat Pengangkut Material. Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.

Alat Pemindahan Material. Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader adalah alat pemindahan material.

Alat Pemadat. Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic tired roller, compactor, dan lain-lain.

Alat Pemproses Material. Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

Alat Penempatan Akhir Material. Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.



Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Open chat
PT. MULTI ANDALAN SEJAHTERA
Terima Kasih,
Telah berkunjung di hargakirimmobil.com
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?